Skip to main content

BAHAN STORY BOARD

I. Pre-production :
    1. Script Writing
Disini siswa menulis cerita atau cerpen, Syarat2 cerpen :
Menganalisa target penonton (laku apa gak kiranya) Cerita gak boleh melibatkan perijinan dan orang yang rumit Cerita setidaknya hanya membutuhkan cost yang kecil (soal lokasi, setting cerita  -jangan sampe cerita Majapahit, bayangkan berapa banyak biaya untuk kostum, furniture, dll)

    2. Script to Shot List (Storyboard Sederhana)
Mengubah dari bentuk cerita menjadi mata kamera. Caranya, si sutradara membaca cerita sambil membayangkan cerita tersebut. Nah, bayangan tadi adalah mata kamera.
Lebih lancar jika si sutradara adalah penulis script tadi. Namun bayangan tidak hanya mata kamera, namun juga lokasi, suara, kondisi cuaca, dan lain-lain. Contoh storyboard sederhana dan hasil filmnya silahkan download link dibawah. Untuk film dari murid saya, ada beberapa kolom termasuk peralatan yang dibutuhkan misal lighting, ornamen, kostum, dll.

    3. Mengurutkan berdasarkan lokasi syutingAgar menghemat biaya, shooting di kelompokan berdasar lokasi. Kadang cerita 2 hari bisa diambil hanya 1 hari dengan hanya ganti kostum.

    4. Casting pemeran
Coba untuk dilatih dialog (Gladi Bersih), biasanya kesulitannya disini untuk Aktor/aktris dari pemula (siswa kita)

    5. Cari Lokasi yang tepat.
Perijinan juga perlu disiapkan jika diperlukan.    (Ini gembor2 untuk promosi sekolah, efektif dilaksanakan -2 bulan PSB “Sambil nyelam minum air..he..he..”)

    6. Persiapan peralatan, kostum dan ornamen
Minimal -1H produksi. Untuk peralatan sederhana yang kami siapkan sebagai-berikut:
  • Kamera Handycam = 1 buah (setting wide, biar kayak film Atau 2 buah, satunya untuk Behind the scenes
  • Kostum sesuai cerita
  • Lighting dan Genset jika diperlukan untuk indoor atau malem hari
  • Reflektor, untuk menghilangkan bayangan yang keras, bisa dibikin dari stereofoam.. pokoknya murah.
  • Clipper, Bikin dari papan melamin biasa. Saya minta bikinkan murid saya dengan uang 50rib.. eh ternyata dapet 4 buah. Jangan lupa bawa spidol boardmarker juga.
  • Boomer, Mic yang harganya 70rib keatas, sekalian kasih spon peredam noise. Tongkat bisa pakai bambu.
  • Make-up, jika dibutuhkan
  • Shotlist dicopy yang cukup banyak, ada sekretaris / asisten sutradara yang bisa teliti mencoret adegan yang sudah diambil. Biasanya sutradara sudah cukup sibuk dengan mengawasi monitor
  • Monitor TV dan Headset, untuk monitoring
  • Kabel RCA yang banyak, kanel listrik juga.
  • Transportasi dan lain-lain, kayaknya banyak yang saya lupakan.. (TRIPOD juga.. )

II. Production
Menata lokasi dan letak kamera, sesuai adegan yang diambil.Tidak harus adegan yang pertama dalam cerita yang diambil terlebih dahulu, ingat.. pengambilan berdasar lokasi.. hemat..:
Cek peralatan, Silahkan dicek ulang. Kaset, audio, dll sesuai petunjuk di shot list Persiapan dan clearing area,

Pengambilan gambar, Urut-urutannya sebagai berikut :
  • Sutradara memberi aba-aba : “Persiapan..” semua pemain dan tim produksi melakukan harus dah siap. Jika belum maka diinformasikan ke sutradara (biasanya ada saja, maklum siswa..). Pastikan clipper sudah ada didepan kamera dengan tertulis poin adegan yang diambil (sebagai petunjuk editor video)
  • Sutradara memberikan aba-aba : ” Kamera”
  • Kameramen bilang :”Roll”. Ini berarti kameramen sudah merekam gambar Clipper mengetok, kasih jarak sekitar 2 detik dari roll hingga “tok” dan segara disingkirkan clipper tersebut
  • Sutradara : “Action”. Sambil mengawasi monitor
        Jika selesai bilang “CUT”. Jika adegan gagal maka “Cut” & “Ulang”.  Jika adegan dirasa cukup baik maka bilang “CUT” & “Bungkus”   Ketika adegan ter-“bungkus” maka sutradara atau asisten bisa mencoret shot list adegan tadi dan melanjukan ke adegan lain.

III. Post Production
    Capturing
  •  Audio Processing, Biasanya audionya terlalu kecil, silahkan di normalkan, kalo perlu noise juga dibuang.
  • Editing Video (Trim, Cut, dll). Sutradara juga perlu memonitor proses ini. Adegan mana yang berhasil dan pemberian efek-efek tertentu yang diperlukan. Editingnya mudah.. tinggal mengurutkan dari clipper sesuai urutan cerita.
  • Massukan titling dan background audio (biar lebih terasa, terasa lebih)
  • Untuk movie looks (Kayak film dengan bermain color dan frame rate) bisa kunjungi http://forum.chip.co.id sub-nya video editing
Semoga membantu, sekali lagi cara ini adalah cara alternatif, dikarenkan biaya, tenaga produksi awam dan perlengkapan minim. Intinya bisa memproduksi film walaupun sangat-sangat sederhana. Mohon koreksi di komentar. Terima kasih

Berikut dibawah ini adalah Sipnosis, Shotlist dan Film yang telah jadi.
Sipnosis:

Munir, seorang siswa miskin yang kehidupannya terus-menerus dituntut oleh keluarganya, keinginan untuk seperti teman-temannya selalu terbesit setiap hari, namun munir mampu bertahan. Sampai hari itulah semua perasaan diluapkannya

Comments

Popular posts from this blog

Istilah-istilah dalam flash

Perlu kita ketahui sebelum kita mempelajari lebih jauh tentang Flash kita harus tau dan mengetahui atau paling tidak kita memahami tentang istilah-istilah yang ada pada flash tersebut agar kita di saat mempelajari lebih lanjut lebih mudah dalam mempelajarinya baiklah perhatikan istilah tersebut di bawah ini ; Timeline : bagian yang digunakan untuk mengatur susunan layer.   Layer : bagian yang digunakan untuk mengatur susunan dari obyekyang tampak di stage.   Scane/stage : layar yang digunakan untuk menyusun obyek gambar , teks, animasi dll.   Frame : suatu bagian dari layer yang digunakan untuk mengatur pergerakan animasi.   Keyframe: suatu tanda yang digunakan untuk membatasi suatu gerakan animasi.   Animasi : sebuah gerakan obyek maupun teks yang diatur sedemikian rupa sehingga kelihatan menarik.   Movie clip: suatu animasi yang dapat di gabungkan dengan animasi atau obyek lain.   Action/script : suatu perintah yang diletakkan pada sua...

Cara membuat tombol kontrol play dan stop pada adobe flash CS3

Pada postingan berikut ini digunakan sebagai pelengkap tutorial Pause dan Play Suara. Pada tutorial kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara menghentikan suara yang sedang dimainkan. Sebenarnya pada script Pause dan Play Suara sudah ada. Tapi karena digunakan dalam tombol pause, mungkin ada yang belum tahu. Untuk menghentikan suara kita cukup menuliskan stop() pada variable yang menampung suara yang sedang dimainkan. Misalnya : suara ditampung pada variable Musicz , maka untuk menghentikannya kita menuliskan Musicz.stop() Setelah mengikuti kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat: Membuat tombol dan Mamberi action pada tombol Dan Membuat tombol kontrol kita bisa menggunakan sesuai dengan keinginan bisa mengunakan panel Library atau kita bisa juga dengan mendesign sendiri dengan menggunakan menu toolbar yang tersedia A. Membuat Tombol Buka file animasi masking (ini hanya untuk mempercepat tutorial) Buat layer baru, beri nama Kontrol . Seperti gambar dibawah in...

Pengertian dan bagian-bagian dari HTML DAN TAG HTML

Materi untuk kali ini yaitu mempelajari code-codenya dari pembuatan website dengan bahasa pemograman pembuatan website yang mana dalam pembuatan website atau webblog banyak jenis. Dan code-code itu disebut dengan tag HTML, baiklan tidak panjang lebar kita pelajari bersama-sama tentang HTML itu : Pengertian HTML : HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markah yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web Internet dan pemformatan hiperteks sederhana yang ditulis dalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegerasi. Dengan kata lain, berkas yang dibuat dalam perangkat lunak pengolah kata dan disimpan dalam format ASCII normal sehingga menjadi halaman web dengan perintah-perintah HTML. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang dig...